CARA DAFTAR ONLINE

Daftar Cara Daftar Online Indonesia

Lifestyle

Jerawat Hormonal, Ini 6 Cara Mudah Perawatannya!

Spread the love

Jerawat hormonal adalah jerawat yang di sebabkan oleh perubahan hormon, terutama hormon androgen. Hormon androgen adalah hormon yang berperan dalam pertumbuhan rambut dan kelenjar minyak. Peningkatan kadar hormon androgen dapat menyebabkan produksi minyak berlebih, yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Jerawat dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada wanita. Hal ini di sebabkan oleh fluktuasi hormon yang terjadi selama siklus menstruasi. Jerawat juga dapat terjadi pada pria, terutama pada masa pubertas dan saat terjadi perubahan hormon, seperti saat stres atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko jerawat hormonal:

  • Perubahan hormon. Perubahan hormon, seperti yang terjadi selama siklus menstruasi, kehamilan, dan menopause, dapat meningkatkan risiko jerawat.
  • Faktor genetik. Jerawat dapat di turunkan dari orang tua.
  • Stres. Stres dapat menyebabkan perubahan hormon, yang dapat meningkatkan risiko jerawat hormonal.
  • Obat-obatan. Beberapa obat-obatan, seperti obat KB, obat kortikosteroid, dan obat-obatan penenang, dapat menyebabkan jerawat.

Gejala jerawat hormonal meliputi:

  • Jerawat yang muncul di area T wajah, seperti dahi, hidung, dan dagu
  • Jerawat yang muncul dalam jumlah banyak
  • Jerawat yang meradang dan sakit

Jerawat dapat di obati dengan berbagai cara, tergantung pada tingkat keparahannya. Beberapa pilihan pengobatan jerawat meliputi:

  • Obat topikal. Obat topikal, seperti retinoid, benzoil peroksida, dan antibiotik, dapat membantu mengurangi produksi minyak dan membunuh bakteri penyebab jerawat.
  • Obat oral. Obat oral, seperti isotretinoin, dapat membantu mengurangi produksi minyak dan peradangan.
  • Perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup, seperti menjaga kebersihan kulit, menghindari makanan yang dapat memperburuk jerawat, dan mengelola stres, juga dapat membantu mengatasi jerawat hormonal.

Baca Juga :Ā Megawati Beri Pesan ke Jokowi Melalui Pidato ā€œSuara Hati Nuraniā€

Jika Anda mengalami jerawat hormonal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Jerawat Hormonal, Ini 6 Cara Mudah Perawatannya!

Cara Menghilangkan Jerawat Hormonal

Pil KB adalah salah satu pengobatan yang umum di lakukan untuk jerawat hormonal. yang bekerja dengan cara mengontrol kadar hormon androgen, yang merupakan salah satu faktor penyebab jerawat.

Pil yang mengandung estrogen dan progestin dapat membantu mengurangi produksi minyak dan peradangan yang mengandung estrogen dan progestin yang bersifat antiandrogenik, seperti drospirenone, dapat memberikan manfaat tambahan.

Biasanya efektif untuk mengatasi jerawat hormonal dalam waktu 3-6 bulan. Namun, ada beberapa orang yang mungkin tidak cocok menggunakan pil KB. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk menggunakan pil KB untuk mengatasi jerawat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit terlebih dahulu.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu di perhatikan jika Anda ingin menggunakan pil KB untuk mengatasi jerawat:

  • Pil KB dapat memiliki efek samping, seperti mual, sakit kepala, dan perubahan suasana hati.
  • Pil KB dapat mengganggu penyerapan beberapa obat-obatan, seperti obat-obatan antikoagulan dan obat-obatan untuk epilepsi.
  • Pil KB tidak boleh di gunakan oleh wanita hamil atau menyusui.

Jika Anda mengalami efek samping yang parah saat menggunakan pil KB, sebaiknya segera hentikan penggunaannya dan konsultasikan dengan dokter kulit.

Jerawat Hormonal, Ini 6 Cara Mudah Perawatannya!

Baca Juga :Ā Daftar 121 Produk Israel Diboikot dan Di haramkan Fatwa MUI

ada beberapa rencana perawatan yang dapat dengan mudah menghilangkan jerawat tanpa mengonsumsi pil KB. Beberapa rencana perawatan tersebut meliputi:

1. Obat topikal

Obat topikal adalah obat yang di oleskan langsung ke kulit. Beberapa obat topikal yang dapat di gunakan untuk mengatasi jerawat meliputi:

2. Retinoid

Retinoid adalah obat yang dapat membantu mengurangi produksi minyak dan peradangan.
Benzoil peroksida. Benzoil peroksida adalah obat yang dapat membantu membunuh bakteri penyebab jerawat.

3. Antibiotik

Antibiotik dapat membantu membunuh bakteri penyebab jerawat.
Obat topikal biasanya efektif untuk mengatasi jerawat hormonal dalam waktu 4-8 minggu.

4. Terapi laser

Terapi laser adalah perawatan yang menggunakan sinar laser untuk mengurangi produksi minyak dan peradangan. Dan biasanya efektif untuk mengatasi jerawat hormonal dalam waktu 1-2 sesi.

5. Terapi mikrodermabrasi

Terapi mikrodermabrasi adalah perawatan yang menggunakan butiran kecil untuk mengangkat sel kulit mati. Dan dapat membantu membuka pori-pori dan mengurangi peradangan.

6. Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup juga dapat membantu mengatasi jerawat. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat di lakukan meliputi:

  • Jaga kebersihan kulit.

Cuci wajah dua kali sehari dengan sabun pembersih yang lembut.

  • Hindari menyentuh wajah.

Tangan yang kotor dapat menyebarkan bakteri penyebab jerawat.

  • Hindari memencet jerawat.

Memencet jerawat dapat menyebabkan infeksi dan memperburuk jerawat.

  • Hindari makanan yang dapat memperburuk jerawat.

Beberapa makanan, seperti makanan olahan, makanan tinggi gula, dan makanan tinggi lemak jenuh dan trans, dapat memperburuk jerawat.

  • Mengelola stres.

Stres dapat menyebabkan perubahan hormon, yang dapat memperburuk jerawat.

  • Gunakan produk perawatan kulit yang bebas minyak dan noncomedogenic.

Produk perawatan kulit yang mengandung minyak dan komedogenik dapat menyumbat pori-pori dan memperburuk jerawat.

  • Gunakan tabir surya.

Tabir surya dapat membantu melindungi kulit dari sinar matahari yang dapat memperburuk jerawat.

  • Minum banyak air.

Minum banyak air dapat membantu menjaga kulit tetap terhidrasi dan mengurangi peradangan.

  • Tidur yang cukup.

Tidur yang cukup dapat membantu tubuh untuk memperbaiki dan meregenerasi sel kulit.

Jika Anda mengalami jerawat hormonal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan rencana perawatan yang tepat.

Baca Juga:Ā 7 Manfaat Lendir BekicotĀ Untuk Kecantikan, Bikin Awet Muda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *