CARA DAFTAR ONLINE

Berbagai cara daftar online ada disini

Bagaimana Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan?

Pentingnya Tahu Bagaimana Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Sudah tahu cara daftar BPJS Ketenagakerjaan berserta syarat-syaratnya? Jika belum, kamu bisa menyimak artikel berikut ini.

Selain gaji, rasa aman dalam bekerja adalah faktor penting yang dapat meningkatkan kebahagiaan karyawan.

Rasa aman bisa berarti terdapat cukup perlindungan dari berbagai risiko, seperti kecelakaan kerja, risiko atas hilangnya pekerjaan, hingga jaminan akan hari tua yang lebih baik.

Salah satu fasilitas untuk meningkatkan rasa aman dan kesejahteraan kepada karyawan adalah BPJS Ketenagakerjaan. Ketahui cara daftar BPJS Ketenagakerjaan dengan membaca artikel ini lebih lanjut.

Sejak pemerintah mendirikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan pada tahun 2015, perusahaan maupun individu dapat lebih mudah mengakses sekian perlindungan yang dibutuhkan karyawan.

Jika Anda adalah seorang HRD perusahaan atau pemilik bisnis, kebahagiaan karyawan adalah hal yang sangat penting. Alasannya, karyawan yang bahagia akan jauh lebih produktif dan kreatif dibandingkan yang tidak.

Oleh karena itu, mendaftarkan karyawan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah keharusan. Apalagi pemerintah mewajibkan perusahaan untuk mengikutkan karyawannya dalam program ini.

Sebelum membahas tata cara dan teknik pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan secara online ada baiknya Anda mengetahui dan memahami terlebih dahulu jenis program yang bisa Anda pilih pada BPJS Ketenagakerjaan.

Jenis-jenis Program BPJS Ketenagakerjaan

Bagaimana cara daftar BPJS Ketenagakerjaan

Seperti yang dijelaskan diatas bahwa BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat program jaminan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK). Berikut penjelasan masing-masing program yang telah caradaftar.online ulas dari berbagai sumber.

1. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Program pertama dari BPJS Ketenagakerjaan adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Bagi para pekerja, jaminan ini memang penting, karena dengan ikut program ini para pekerja akan mampu meminimalisir hilangnya penghasilan akibat resiko sosial seperti halnya cacat atau kematian.

Maka dari itu perlu adanya jaminan kecelakaan kerja yang memang bisa memproteksi Anda. Selain kesadaran individe, jaminan kesehatan dan keselamatan tenaga kerja sebenarnya juga merupakan tanggung jawab pengusaha. Dalam hal ini para pengusaha wajib untuk membayar iuran jaminan kecelakaan kerja para karyawannya yang berkisar antara 0,24% – 1,74% sesuai kelompok jenis usaha.

2. Program Jaminan Hari Tua (JHT)

Jika JKK akan melindungi pekerja dari hilangnya penghasilan akibat resiko sosial, maka JHT ini akan membuat para tenaga kerja terjamin karena adanya keamanan dan kepastian terhadap risiko-risiko sosial ekonomi. Selain itu JHT ini bisa digunakan sebagai sarana penjamin arus penerimaan penghasilan bagi tenaga kerja dan keluarganya akibat dari terjadinya resiko-resiko sosial dengan pembiayaan yang terjangkau oleh pengusaha dan tenaga kerja.

3. Program Jaminan Kematian (JKM)

Lebih jauh lagi BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan jaminan dalam hal meringankan keluarga baik dalam bentuk biaya pemakaman maupun santunan berupa uang. Program ini sebut dengan Program Jaminan Kematian (JKM). Program Jaminan Kematian ini sendiri ditujukan pada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal bukan karena kecelakaan kerja.

4. Program Jaminan Pensiun (JP)

Terakhir, program dari BPJS Ketenagakerjaan adalah Jaminan Pensiun (JP). Program ini merupakan jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehiduan layak bagi peserta atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat atau tidak bisa bekerja lagi, atau bahkan meninggal dunia.vvvv

Nah, apabila Anda sedang mencari cara untuk mendaftarkan karyawan sebagai peserta BPJS, berikut ini ada cara mudah yang bisa Anda ikuti yaitu secara online dan offline.

Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Secara Online

Cara daftar BPJS ketenagakerjaan online merupakan langkah yang cukup mudah untuk Anda ikuti asal sudah memiliki koneksi internet. Di antaranya:

  1. Buka situs resmi BPJS Ketenagakerjaan http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/
  2. Pilih “Daftarkan Saya”, kemudian pilih dari 3 pilihan (perusahaan, individu atau pekerjaan migran).
  3. Bila Anda memilih perusahaan, masukan email perusahaan atau perwakilan kelompok Anda untuk mendaftar.
  4. Tunggu email pemberitahuan dan ikuti langkah-langkah selanjutnya.
  5. Setelah semuanya lengkap, Anda hanya perlu membawa persayaratan yang telah disiapkan ke kantor BPJS Ketenagakerjaan di kota Anda.

Segera Bergabung Bersama Kami Agen Togel Resmi Di http://198.54.112.21.

Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Secara Offline

Berbeda dengan cara daftar BPJS Ketenagakerjaan secara online, jika mendaftar secara offline Anda harus melakukan beberapa langkah seperti:

  1. Mendatangi langsung kantor BPJS terdekat.
  2. Mengisi formulir untuk pendaftaran perusahaan (F1).
  3. Mengisi formulir untuk pendaftaran pekerja (F1a).
  4. Membayar iuran pertama sesuai dengan jumlah yang telah dihitung dan ditetapkan BPJS Ketenagakerjaan.

Syarat Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan

Bagaimana Cara daftar BPJS Ketenagakerjaan?  Hal ini akan berjalan dengan lancar apabila Anda sudah mempersiapkan berbagai syarat yang diperlukan. Berikut ini syarat-syarat yang harus Anda penuhi sebelum mendaftarkan diri atau perusahaan Anda dalam program BPJS Ketenagakerjaaan.

Syarat Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan bagi Perusahaan 

Bagi peserta tenaga kerja dalam hubungan kerja, pendaftaran dilakukan oleh instansi/ perusahaan pemberi kerja dengan mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Untuk mendaftar dalam program ini, pemberi kerja dan tenaga kerja perlu mempersiapkan persyaratan berikut ini:

Dokumen asli atau fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Dokumen asli atau fotokopi NPWP Perusahaan, Dokumen asli atau fotokopi Kartu Tanda Penduduk, Kartu keluarga asli/ fotokopi, Kartu Keluarga asli/ fotokopi, Pas foto berwarna karyawan dengan ukuran 2 x 3 (1 lembar).

Syarat Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Mandiri 

Syarat yang harus Anda penuhi sebagai pekerja mandiri/ freelancerentrepreneur tanpa badan usaha untuk mendaftar BPJS Ketenagakerjaan dibutuhkan sebuah wadah atau organisasi. Anda dapat membentuk wadah maupun organisasi yang terdiri dari minimal sepuluh orang kemudian mendaftarkan BPJS Ketenagakerjaan. Berikut ini beberapa persyaratan dokumen yan harus dipenuhi pekerja mandiri ketika ingin mendaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan:

  1. Surat izin usaha dari kelurahan setempat.
  2. Fotocopy KTP masing-masing pekerja.
  3. Fotocopy Kartu Keluarga masing-masing pekerja.
  4. Pas foto berwarna untuk masing-masing pekerja dengan ukuran 2×3 sebanyak 1 lembar.

Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, secara otomatis Anda akan terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Setelah mengetahui bagaimana cara daftar BPJS Ketenagakerjaan serta yang dibutuhkan sebagai syarat pendaftaran BPJS Ketenagarkerjaan, muncul dibenak Anda, bagaimana cara klaim BPJS Ketenagakerjaan?

Ada dua pilihan yang bisa Anda lakukan sebagai cara klaim BPJS Ketenagakerjaan, melalui online dan offline. Jika Anda memilih cara online, Anda bisa mengeceknya di situs resmi sso.bpjsketenagakerjaan.go.id atau aplikasi mobile BPJSTKU dari perangkat iOS atau Android.

Jika Anda lebih nyaman dengan cara klaim BPJS Ketenagakerjaan via offline, silakan langsung datang ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan dan ikuti berbagai prosesnya.

Sebagai peserta yang masih aktif bekerja atau tengah mempersiapkan masa pensiun, maka Anda bisa mengajukan klaim saldo JHT 10% atau 30%. Sedangkan bagi peserta yang sudah tidak bekerja, bisa mengajukan pencarian saldo sebesar 100%.

Keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan

Setelah mengetahui beberapa program dari BPJS Ketenagakerjaan, hal berikutnya yang perlu Anda ketahui dan pahami sebelum mendaftar BPJS Ketenagakerjaan secara online adalah keanggotaannya. Pada BPJS Ketenagakerjaan sendiri ada empat jenis keanggotaan yaitu :

1. Penerima Upah (PU):

Pekerja Penerima Upah (PU) adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima gaji, upah, atau imbalan lain dari pemberi kerja.

2. Bukan Penerima Upah (BPU):

Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) adalah setiap pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya tersebut.

3. Jasa Konstruksi:

Jasa Konstruksi adalah orang yang bekerja pada layanan jasa konsultasi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi atau layanan konsultasi pengawasan pekerjaan konstruksi.

4. Pekerja Migran:

Pekerja Migran Indonesia adalah setiap warga negara Indonesia yang akan, sedang, atau telah melakukan pekerjaan dengan menerima upah di luar wilayah Republik Indonesia (luar negeri).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CARA DAFTAR ONLINE © 2021 Frontier Theme